Tampak beberapa anak sekolah sedang adu ketangkasan dalam Kejuaraan MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2025. (ADAMNAUFALDO/JOGLO JATENG).

KUDUS, Joglo Jateng – Kejuaraan MilkLife Athletics Challenge Seri 1 2025 yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, selama tiga hari sejak Jumat (20/6) hingga Minggu (22/6), mencatatkan prestasi gemilang dari SMP 1 Dawe yang tampil dominan di Kategori Usia (KU) 15.

‎‎Dari total 246 atlet di kategori tersebut, siswa-siswi SMP 1 Dawe berhasil memboyong 16 gelar juara di berbagai nomor pertandingan.

Prestasi ini menempatkan mereka sebagai juara umum KU 15, unggul jauh dari sekolah-sekolah lain.

‎Kepala Sekolah SMP 1 Dawe, Ana Eqi Astuti menyebut kesuksesan timnya tidak lepas dari pembinaan yang berkelanjutan, didukung oleh sarana latihan yang memadai dan semangat bertanding siswa.

‎‎“Kami memanfaatkan fasilitas olahraga sekolah secara maksimal. Anak-anak kami latih dengan serius dan konsisten. Ini adalah hasil dari latihan disiplin dan kerja keras,” ungkap Ana.

‎‎Menurutnya, event ini menjadi tolok ukur penting bagi siswa untuk menunjukkan bakat atletik mereka, sekaligus menjadi wadah pembinaan menuju level lebih tinggi, termasuk ajang regional dan nasional.

‎‎Lebih lanjut, secara keseluruhan, kompetisi ini diikuti oleh 1.267 pelajar dari 109 SD/MI dan SMP/MTs di Kudus dan sekitarnya.

Sebanyak 15 nomor perlombaan dipertandingkan untuk KU 10, KU 12, dan KU 15, baik putra, putri, maupun mix.

Dibanding tahun sebelumnya, penyelenggara menambah satu kategori usia dan enam nomor lomba baru guna mendorong semangat kompetisi.

‎‎Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin menyatakan bahwa penambahan kategori dan nomor lomba ini bertujuan untuk memperluas jangkauan dan memberikan kesempatan lebih luas bagi anak-anak untuk mencintai atletik.

‎“Kami ingin menjadikan atletik sebagai olahraga yang menyenangkan, bukan tekanan. Ini soal menumbuhkan cinta olahraga, bukan hanya mengejar kemenangan,” ujar Yoppy.

‎Ajang ini juga menjadi sarana menjaring bibit atlet potensial.

Delapan atlet dari berbagai kategori usia telah dipantau untuk masuk ke program pembinaan lanjutan.

‎Sedangkan, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dan Wakil Bupati Bellinda Putri Sabrina Birtonturut hadir menyaksikan jalannya final kejuaraan.

Mereka memberikan apresiasi atas kontribusi ajang ini dalam mendukung pembinaan olahraga anak usia dini.

‎‎“Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar generasi muda memiliki alternatif positif selain gadget. Ini adalah investasi prestasi dan karakter,” tegas Sam’ani. (adm/fat).

admin
admin