SMP 1 Dawe menyelenggarakan kegiatan pembelajaran kokurikuler untuk murid kelas 7, 8, dan 9. Tema yang difokuskan dalam kegiatan ini yaitu literasi digital, peduli lingkungan, dan kewirausahaan remaja.
Kegiatan pembuka kokurikuler dilaksanakan oleh murid kelas 7 yang mengangkat tema literasi digital. Kegiatan ini dilaksanakan hari Senin, 27 April 2026. Hal ini bertujuan untuk memperkuat literasi digital sekaligus mengenalkan kearifan lokal Kudus kepada murid. Murid bersama pendamping belajar ke Museum Purbakala Patiayam, Museum Kretek, Museum Gusjigang, serta Menara Kudus.
“Tema yang kita angkat adalah kearifan lokal karena siswa perlu mengenal seperti apa Kudus sebagai kota santri, kota kretek, dan kota yang memiliki berbagai museum penting”, ujar Koordinator Kegiatan, Bibit Lestari. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat rekreatif, tetapi juga edukatif karena siswa diajak memahami sejarah dan budaya daerahnya.
Setelah kegiatan kunjungan, murid mengembangkan kreativitasnya dengan membuat laporan dalam bentuk vlog dan dipublikasikan melalui media sosial sekolah.
Kemudian, kegiatan murid kelas 8 berfokus pada pemanfaatan limbah plastik, khususnya galon bekas dan botol air minum kemasan sebagai media kreativitas dan upaya pelestarian lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan hari Senin s.d. Rabu, 27 s.d. 29 April 2026.
“Pemanfaatan galon bekas ini agar tidak menumpuk, sehingga bisa digunakan dengan baik dan menambah hiasan di depan kelas”, tutur Koordinator Kegiatan, Fitria Musannadah. Oleh karena itu, murid diajak untuk mengolah limbah menjadi barang yang bermanfaat. Salah satunya dengan media ecobrick yaitu mengolah sampah botol untuk dijadikan sebagai media tanam atau hiasan.
Sedangkan untuk kelas 9, murid melaksanakan kegiatan Bazar Kelas atau Market Day yang dilaksanakan pada Sabtu, 2 Mei 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini sekaligus melatih kreativitas dan tanggung jawab murid.
Murid secara berkelompok membuat dan menjual berbagai produk, mulai dari makanan, minuman, hingga kerajinan tangan. Koordinator Kegiatan, Fajar Afif menjelaskan bahwa Market Day menjadi sarana pembelajaran yang efektif. Kami ingin murid belajar langsung bagaimana cara berwirausaha, mulai dari merencanakan, memproduksi, hingga menjual produk mereka sendiri, hingga dapat mengelola keuangan.” Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata kepada murid.
Serentetan pembelajaran kokurikuler yang telah dilaksanakan tentu sangat bermanfaat bagi murid. Mereka tidak hanya bisa belajar di dalam kelas saja namun mereka dapat belajar di luar kelas. Melalui kegiatan ini diharapkan keterampilan murid berupa kolaborasi, empati, peduli, serta kreativitas dapat meningkat. Dengan demikian, pembelajaran kokurikuler tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga membekali murid dengan pengalaman yang bermanfaat untuk kehidupan di masa depan.
Penyusun: Tim Jurnalistik SMP 1 Dawe.