Memahami Pengertian Literasi, Tujuan, Jenis & Contohnya
Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) adalah bentuk penilaian yang digunakan untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi siswa. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan literasi dan numerasi? Pada tulisan ini, kita akan membahas khusus tentang pengertian literasi beserta jenis-jenisnya.
Mungkin banyak dari kita bertanya-tanya, apa itu literasi? Sejak Ujian Nasional dihapus dan diganti dengan AKM, istilah literasi semakin sering digunakan. Dalam AKM, literasi menjadi salah satu penilaian penting bagi siswa serta proses pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami pengertian, jenis, tujuan, dan manfaat literasi.
Secara umum, literasi adalah kemampuan membaca dan menulis. Membaca berarti memahami simbol atau tulisan hingga menjadi sebuah makna, sedangkan menulis adalah kegiatan menyampaikan pikiran melalui tulisan agar bisa dipahami orang lain.
Namun, sekarang arti literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis saja. Seiring perkembangan zaman, literasi memiliki makna yang lebih luas. Di Indonesia sendiri, istilah literasi lebih sering digunakan dibandingkan istilah lain seperti melek aksara. Bahkan, literasi juga sudah menjadi gerakan dalam dunia pendidikan, baik formal maupun nonformal.
Ada beberapa alasan mengapa literasi menjadi sangat penting. Pertama, karena adanya kesadaran bahwa kemajuan suatu bangsa sangat dipengaruhi oleh tingkat literasi masyarakatnya. Kedua, masyarakat dan pemerintah mulai memahami bahwa keberhasilan individu dan bangsa juga ditentukan oleh budaya literasi yang baik. Ketiga, banyak komunitas yang ikut mendukung dan menyebarkan kegiatan literasi di lingkungan masyarakat dan sekolah.
Selain itu, perkembangan globalisasi juga memengaruhi pentingnya literasi. Teknologi, budaya, dan komunikasi berkembang sangat pesat. Informasi menjadi lebih mudah diakses dan komunikasi tidak lagi terbatas jarak. Oleh karena itu, kita harus siap menghadapi perubahan ini.
Globalisasi tidak bisa dihindari, dan dampaknya bisa positif atau negatif tergantung bagaimana kita menyikapinya. Salah satu cara terbaik untuk menghadapi globalisasi adalah dengan meningkatkan kemampuan literasi.